SISKOHAT GEN-2

Diposting pada

MENYEDIAKAN INFORMASI HAJI YANG LENGKAP AKURAT

“SISTEM INFORMASI DAN KOMPUTERISASI HAJI TERPADU GENERASI 2 (SISKOHAT GEN-2) MERUPAKAN PENGEMBANGAN DARI SISKOHAT GEN-1 YANG PADA TAHUN 1992 TELAH MEMULAI PENGOLAHAN DATA MELALUI SISTEM INFORMASI DAN KOMPUTERISASI HAJI TERPADU SISKOHAT.”

SISKOHAT GEN-2, Jakarta (hajikita.com) – Indonesia adalah negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia, maka sangat wajar Indonesia mengantarkan tamu Allah terbanyak di tanah suci yakni sekitar 200 ribu jamaah haji setiap tahun.

Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu Generasi 2 (Siskohat Gen-2) telah diluncurkan secara resmi 3 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 3 April 2014. Sistem ini merupakan perbaikan dari sistem sebelumnya yaitu Siskohat Gen-1 yang pada tahun 1992 telah memulai pengolahan data melalui sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu siskohat.

Sistem ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan data yang bisa diakses secara cepat, akurat dan menjadi referensi bagi pengambilan keputusan strategis.

Siskohat mempunyai fungsi sebagai interaksi dua arah untuk pelayanan publik dan lembaga terkait. Siskohat juga berarti keterbukaan informasi dengan penyediaan tools untuk memberitahu tahun rencana keberangkatan hajinya melalui nomor porsi yang ia peroleh setelah pembayaran setoran awal BPIH.

Nomor porsi ini secara otomatis tersimpan di database sehingga bisa diakses kapan saja melalui tool di web http://haji.kemenag.go.id/. Nomor porsi ini menjadi waiting list atau daftar tunggu yang menjadi acuan rencana keberangkatan haji termasuk kapan pelunasan dan kapan keberangkatannya.

Dari database Siskohat Gen-2 ini nantinya pemerintah sebagai penyelenggara resmi ibadah haji dapat menerbitkan Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) bagi jemaah yang dokumen hajinya telah lengkap, pengelompokan kloter, standar pelayanan yang didapatkan sebelum penerbangan, dan lain-lain. Semua pelayanan ini dapat diberikan secara realtime tanpa bolak-balik menanyakan ke kantor Kemenag Kabupaten/kota setempat.

Tak menutup kemungkinan, siskohat Gen-2 ini akan berkembang menjadi lebih baik dengan menyediakan informasi selama penyelenggaraan haji secara real time melalui media-media sosial yang berkembang di masyarakat sehingga fungsi siskohat sebagai jantung pelayanan penyelenggaraan haji dapat dimaksimalkan manfaatnya bagi seluruh masyarakat Indonesia.


Beberapa kemudahan dengan adanya sistem informasi dan komputerisasi Haji terpadu siskohat antara lain:
  1. secara real-time dapat langsung dihitung jumlah setoran bpih
  2. pendaftaran haji dapat dilakukan sepanjang tahun nonstop
  3. menyimpan database lengkap seluruh jemaah haji secara terstruktur
  4. kemudahan dan kecepatan layanan informasi tentang posisi dan status jemaah haji kepada publik sejak masa pendaftaran sampai masa pemberangkatan, operasional di Arab Saudi hingga kepulangan kembali ke daerah asal di tanah air.
Dulu sebelum ada siskohat calon haji bisa tiba-tiba batal berangkat akibat sistem yang masih manual foto calon haji bisa diganti dan data bisa diubah Sehingga calon haji lain tersingkir. Seiring berjalannya waktu, Siskohat mampu menjadi urat nadi yang punya peran dan fungsi vital, di sistem inilah sebuah data untuk menunjang seluruh kegiatan penyelenggaraan ibadah haji disimpan dan dikelola.  Selama lebih dari 20 tahun siskohat sangat membantu proses penyelesaian setoran ke sejumlah bank penerima setoran (BPS).

Setelah setoran awal sebesar  Rp25.000.000 diserahkan seorang calon haji ke kantor Kemenag terdekat sesuai domisili maka calon haji sudah mendapat nomor porsi haji. Dengan cara ini, perbedaan data antara dana setoran awal dengan jumlah calon haji bisa dihindari.Nomor porsi yang sudah masuk ke siskohat adalah password atau identity card, kartu identitas bagi calon haji. Dengan memiliki nomor porsi seorang calon haji bisa tahu kapan ia bisa berangkat ke tanah suci.

Selama lebih dari 2 dekade, siskohat telah memperoleh pencapaian yang signifikan. Sistem jaringan ini telah tersambung secara online dengan 17 bank  penerima setoran bpih. Sistem ini juga bisa menginput biodata pendaftar calon haji yang tersebar di 12 embarkasi, 33 provinsi dan 3 daerah kerja serta 20 sektor dan satuan tugas Arafah-Mina di Arab Saudi. (UKiS)