Sudah Selesai, Proses Penyediaan Katering Jemaah Haji Indonesia

Posted on
Penyedia katering Madinah sedang menandatangani kontrak. (foto: KUHI)
Penyedia katering Madinah sedang menandatangani kontrak. (KUH)
Sudah Selesai, Proses Penyediaan Katering Jemaah Haji Indonesia, Jakarta (hajikita.com) – Ketua tim penyediaan katering jemaah haji Indonesia Arsyad Hidayat menyampaikan kalau proses penyediaan katering di Arab Saudi telah usai.

Alhamdulillah semua penyediaan katering di empat tempat telah usai semua,” tutur Arsyad lewat pesan singkat, Sabtu (06/05).

Menurut Arsyad, tim penyediaan katering sudah pilih 28 perusahaan di Makkah, delapan di antaranya yaitu perusahaan yang sudah dikontrak pada musim haji tahun lalu atau repeat order (RO). Diluar itu, ada 13 perusahaan di Madinah serta tujuh di antaranya yaitu repeat order.

“Untuk Masyair (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), kami telah mengontrak 18 penyedia di mana 16 di antaranya yaitu RO. Sedangkan untuk di Jeddah, tim telah mengontrak satu perusahaan penyedia katering,” terangnya.

Arsyad menyampaikan, RO atau kontrak lagi untuk beberapa perusahaan didasarkan pada hasil penilaian Tim Pengawas Katering musim haji tahun lalu. Mereka yaitu perusahaan yang dinilai bisa melaksanakan pekerjaan pelayanannya dengan baik serta tidak ada catatan pelanggaran yang dilaksanakan.

“Ada kriteria ketat untuk penilaian RO baik saat produksi maupun distribusi,” tegasnya.

“Tiga penyedia katering terbesar di Makkah adalah dapur al Hussam, al Ahmadi dan Raghaib. Sedang tiga penyedia terbesar di Madinah yaitu dapur al Andalusia, al Ahmadi, dan Yasirah,” imbuhnya.

Arsyad menambahkan, layanan katering di Madinah mulai berjalan sejak awal kedatangan jemaah haji di Arab Saudi hingga jemaah meninggalkan Madinah. Pasca puncak haji, layanan katering di Kota Nabawi ini bakal diberikan mulai sejak jemaah tiba dari Makkah hingga jemaah kloter paling akhir meninggalkan Madinah menuju Tanah Air.

Untuk layanan katering di Makkah, bakal diberikan sejumlah 25 kali makan (12 hari), termasuk juga makan selamat datang untuk jemaah yang datang dari Madinah serta makan selamat jalan untuk jemaah yang meninggalkan Makkah menuju Madinah.

“Ini evaluasi tahun sebelumnya. Tahun lalu, awal kedatangan dari Madinah, jemaah tidak menerima katering padahal mereka harus melakukan umrah kedatangan. Tahun ini diselenggarakan katering selamat datang sehingga jemaah tak perlu lagi memasak pada awal kedatangan serta dapat langsung melakukan Umrah,” tuturnya.

Musim haji tahun 1436H/2015M diwarnai dengan musibah kebakaran di salah satu kamar pemondokan jamaah haji Indonesia. Kebakaran yang menghanguskan seisi kamar (801) di lantai 8 hotel Hotel Sakkab Al Barakah, Aziziah, ini berlangsung karena rice cooker lupa dimatikan ketika penghuni kamar melakukan umrah qudum (kedatangan).(Kemenag)