Petugas Haji PPIH
Plt Dirjen PHU Nur Syam

81% Paspor dan 34% Visa Sudah Siap

Posted on

81% Paspor dan 34% Visa Sudah Siap, Semarang (hajikita.com) – Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nur Syam menyebutkan kalau 81% atau 171.860 paspor jemaah haji Indonesia sekarang ini telah ada di Jakarta untuk proses visa.

Jadi paspor tinggal sedikit saja. Pengurusan dokumen paspor gelombang pertama telah usai semua. Yang belum, umumnya pada daerah yang jemaahnya akan diberangkatkan pada gelombang kedua,” kata Nur Syam kala berbicara pada Sosialisasi Peningkatan Pelayanan Jemaah Haji di Arab Saudi 1438H/2017M di Semarang, Jumat (14/07).

loading...

Mengenai visa yang terbit, kata Nur Syam hingga hari ini telah mencapai 70.891 atau 34%. Nur Syam menilai proses visa relatif cepat mengingat baru dibuka sekitar lima hari.

“Visa yang telah terbit sejumlah 70. 891 itu kurun waktu sekitar lima hari. Sebab pembukaan layanan visa baru dimulai akhir minggu lalu,” katanya.

Nur Syam yakin bila proses penerbitan visa bakal berjalan lancar. “Bila kita hitung, maka hampir setiap hari sekitar 10.000 visa yang dapat diselesaikan. Insya Allah tak ada masalah,” harapnya.

Walau demikian, Nur Syam mengingatkan jajarannya untuk selalu bekerja maksimal untuk memastikan keterlambatan visa pada musim dua tahun lalu tidak terulang.

Di tempat terpisah, Kepala Seksi Pemvisaan Haji Suryo Panilih menyampaikan kalau penyelesaian visa tahun ini cukup baik mengingat proses pengiriman pasport untuk permintaan visa ke KBSA (Kedutaan Besar Saudi Arabia) baru jalan sekitar 1 minggu. Jumlah visa yang sudah selesai dalam setiap harinya juga cukup banyak.

Menurut Suryo, proses pengurusan visa dilaksanakan setiap hari. “Setiap hari kami mengirimkan paspor serta mengambil visa yang sudah terbit di KBSA,” papar Suryo.

Tim Penilai Kinerja Petugas

Petugas haji memegang peran utama dalam memberikan layanan kepada jemaah haji. Untuk memastikan mereka bekerja professional, pengawas petugas haji sudah membentuk tim kinerja.

Tim ini juga akan bertugas melaksanakan pengawasan serta penilaian kemampuan petugas yang tergabung dalam Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. “Tim kinerja akan menilai. Orang yang layak ditugaskan kembali, akan menjadi prioritas pada rekrutmen yang akan datang,” jelas Kasubdit Petugas Haji Khoirizi waktu Sosialiasasi Peningkatan Pelayanan Jemaah Haji di Arab Saudi 1438H/2017M di Semarang, Jumat (14/07).

Supaya gampang dikenali jemaah haji Indonesia, Khoirizi meminta para petugas untuk selalu memakai atribut. Mengenai atribut yang disebut dapat berbentuk topi, rompi, seragam, serta yang lain.

Mengenai terbatasnya petugas haji tahun ini, Khoirizi mengakui juga akan memaksimalkan peran petugas kloter dalam pelaksanaan pelayanan jemaah. Diluar itu, peranan ketua regu serta ketua rombongan akan diberdayakan.

Optimalisasi ini mensyaratkan ada pembagian pekerjaan yang pasti. Karena itu, Khoirizi meminta para kepala bidang untuk membuat peta pekerjaan serta layanan. “Kasektor mesti bisa membuat peta pekerjaan buat petugas kloter, ketua regu, serta ketua rombongan sehingga jelas,” katanya.

“Mulai saat ini petakan, buat absen, jadwal serta tugas tanggungjawabnya,” sambungnya.

Khoirizi mengharapkan skema optimalisasi petugas kloter ini dapat juga melakukan perbaikan layanan menjadi lebih cepat, dekat, pas, dan gampang serta murah.

“Kasektor mesti membuat konsep pengendalian petugas dengan membuat jadwal, absen, serta distribusi tugas serta fungsi sampai tuntas,” tandasnya.

Petugas haji yang tergabung dalam PPIH Arab Saudi juga akan diberangkatkan dengan bertahap. Untuk petugas Daker Airport serta Daker Madinah, dijadwalkan akan terbang pada 25 Juli 2017. Sedang petugas Daker Makkah bakal berangkat pada 27 Juli 2017. Tim advance juga akan berangkat lebih awal, yakni 20 Juli 2017.

Layanan Akomodasi Jemaah Haji di Saudi

Kasubdit Akomodasi Nasrullah Jassam menyatakan proses penyedian akomodasi di Saudi telah usai.¬† “Saat ini setiap kamar telah ditempel stiker plan kamar. Tiap-tiap kamar diisi 4-6 jemaah sesuai dengan ukuran kamar serta ketentuan yang dikeluarkan Pemerintah Saudi,” katanya waktu Sosialisasi Peningkatan Layanan Ibadah Haji di Arab Saudi 1438H/2017M di Semarang, Jumat (14/07).

Layanan akomodasi meliputi dua hal, yakni : segi sarana serta pelayanan. Di Makkah, sarana akomodasi yang juga akan diterima jemaah meliputi berbagai hal berikut :
1. Kartu petunjuk akomodasi
2. Air mineral (botol), 1 liter/hari/jemaah
3. Air zamzam, dalam dispenser (gallon)
4. Penggantian sprei & sarung bantal (3 lembar)
5. Handuk
6. Peralatan mandi
7. Mesin cuci

“Dari aspek layanan, setiap hotel dilengkapi petugas resepsionis, petugas kebersihan, serta petugas keamanan,” katanya.

“Paling lambat lima hari sebelum kehadiran jemaah haji di Makkah, kunci kamar hotel telah diserahkan pada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk dipastikan kesiapan pemakaiannya,” sambungnya.

Di Madinah, lanjut Nasrullah, waktu tinggal jemaah yaitu sepanjang tercukupinya 40 waktu shalat fardhu (arba’in) atau setara 8-9 hari. Mengenai layanan akomodasi yang juga akan didapat yakni :
1. Air mineral (botol), 1 liter/hari/jemaah)
2. Pergantian sprei, sarung bantal & selimut
3. Peralatan mandi
4. Layanan ziarah
5. Petugas yang menurunkan serta menaikkan barang bagasi
6. Petugas kebersihan
7. Petugas keamanan

Kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan akan mulai diberangkat dengan serentak dari 13 embarkasi pada 28 Juli 2017. Pemberangkatan jemaah dikerjakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama akan berjalan dari 28 Juli – 11 Agustus 2017. Sedang gelombang ke-2 akan diberangkatkan dari 12 – 26 Agustus 2017.

Kegiatan sosialisasi Peningkatan Layanan Ibadah Haji di Arab Saudi ini dihadiri oleh beberapa Kabid Haji dari 21 propinsi di lokasi barat, tengah, serta timur. Diluar itu, ada juga utusan pengelola Siskohat embarkasi serta perwakilan PPIH Arab Saudi. (Kemenag)

One thought on “81% Paspor dan 34% Visa Sudah Siap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *