Persiapan Haji

Apresiasi Persiapan Haji di Arab Saudi

Posted on

 

Apresiasi Persiapan Haji di Arab Saudi, Makkah (hajikita.com) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi perkembangan persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi. Animo ini diungkapkan Menag selesai mendengarkan paparan dari tim Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI kala Rakor Persiapan di Kantor Daker Makkah.

loading...

“Saya mengapresiasi progress persiapan penyelenggaraan ibadah haji, baik dari aspek akomodasi, transportasi, dan katering yang semuanya sudah masuk tahap final,” kata Menag di Makkah, Selasa (20/06).

Rapat koordinasi ini dihadiri Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Konjen RI di Jeddah Mohamad Hery Saripudin, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sihdu Ramadan Harisman, Staf Teknis KUH, serta Protokler dari KJRI.

Terlebih dulu, tim KUH menjelaskan berbagai hal berkaitan perkembangan persiapan layanan jemaah haji di Arab Saudi. Paparan disampaikan oleh Sri Ilham Lubis.

Berkaitan layanan akomodasi umpamanya, telah dilaksanakan kontrak pada 155 hotel untuk jemaah haji serta 3 akomodasi cadangan di Makkah. “Untuk 155 akomodasi jemaah keseluruhan kapasitas 208.187 orang. Untuk 3 akomodasi cadangan 1.323 orang, ” tuturnya.

Selain kontrak akomodasi, kontrak elektronik layanan akomodasi Makkah yang merupakan persyaratan pembuatan visa juga telah hampir final. Menurut Sri Ilham, sejumlah 149 akomodasi dengan keseluruhan kapasitas 195.817 atau 95,99% telah usai. “Masih terdapat 6 hotel yang belum bisa dilakukan kontrak elektronik karena tasrih 1438H belum keluar, ” terangnya.

“Untuk Madinah, sampai hari ini sudah dilakukan kontrak dengan 13 Majmu’ah dengan total kapasitas 206.455 orang. Selain itu juga telah dikontrak 2 hotel cadangan, ” sambungnya.

Mengenai layanan katering di Makkah, Sri Ilham menuturkan kalau sudah dilaksanakan kontrak dengan 28 perusahaan. Dari jumlah itu, sejumlah 26 perusahaan dengan kapasitas 201.120 orang (98,59%) telah masuk sistem e-hajj.

“Katering di Makkah diberikan 2 kali makan, siang dan malam. Selain itu, ada pula makanan selamat datang atau selamat jalan, hingga totalnya sejumlah 25 kali makan, ” katanya.

Untuk layanan katering di Madinah, kata Sri Ilham, telah dilaksanakan kontrak dengan 13 perusahaan. Dari jumlah itu, sejumlah 10 perusahaan dengan kapasitas 163.518 orang (80,16%) telah masuk sistem e-hajj.

“Katering di Madinah juga diberikan 2 kali makan, siang dan malam. Paling banyak jemaah haji Indonesia menerima 18 kali makan, termasuk 1 paket kelengkapan konsumsi snack dan air mineral tambahan (welcome drink), ” tuturnya.

Layanan katering juga diberikan di Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina) serta King Abdul Aziz International Airport (KAAIA). Layanan katering Armina juga akan dilaksanakan oleh 18 perusahaan (Muta’ahidin) yang juga akan melayani 26 maktab serta Muasasah Asia Tenggara yang juga akan melayani 46 maktab.

“Keduanya sudah dilakukan kontrak. Sebanyak 16 perusahaan dengan kapasitas 192.310 orang (94,27%) sudah masuk sistem e-hajj,” ucapnya.

Di Arafah, kata Sri, konsumsi juga akan diberikan sejumlah 4 kali makan (malam, pagi, siang, malam). Di Muzdalifah, ada 1 kali makanan ringan. Sedang di Mina, 11 kali makan (pagi, siang, malam) termasuk juga paket kelengkapan konsumsi serta air mineral tambahan.

Dalam rakor itu, Sri Ilham juga menuturkan perkembangan persiapan layanan transportasi serta upgrade tenda di Arafah. Mengenai transportasi, Sri Ilham menerangkan kalau pada tahun ini semua layanan transportasi sudah dilaksanakan upgrade. Sedang berkaitan tenda di Arafah, Sri Ilham memberikan laporan kalau proses pemasangan tenda telah mulai dilaksanakan oleh pihak Muassasah Asia Tenggara. (Kemenag)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.