Bus Jemaah Haji

Bus Antar Kota Perhajian Pengantar Jemaah

Posted on

 

Bus Antar Kota Perhajian Pengantar Jemaah, Semarang (hajikita.com) – Kasubdit Transportasi Haji Kementerian Agama Subhan Cholid meyakinkan kalau semua bus antar kota perhajian yang bakal dipakai jemaah haji Indonesia dalam kondisi baik. Bus itu telah ditingkatkan (upgrade) mutunya dari ketentuan layanan standar transportasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Saudi.

loading...

“Semua bus antar kota perhajian telah diupgrade. Bus yang bakal dipakai biasanya baru serta dalam keadaan baik. Paling tua produksi tahun 2009 untuk tipe Mercy,” katanya pada Sosialisasi Peningkatan Layanan Jemaah Haji di Arab Saudi tahun 1438H/2017M di Semarang, Jumat (14/07).

Bus Jemaah Haji

Menurut Subhan, bus antar kota perhajian mesti memenuhi spesifikasi khusus, yakni :
1. Produksi paling tua tahun 2009,
2. Kapasitas minimum 45 seat,
3. Dilengkapi AC,
4. Bagasi ada di bawah,
5. Sarana Toilet,
6. Kulkas serta air minum,
7. Pengeras suara,
8. Alat pemadam kebakaran,
9. Alat pemecah kaca, serta
10. Kotak P3K.

Transportasi antarkota perhajian ini juga akan memberikan layanan pada enam rute, yakni :
1. Bandara Madinah – Pemondokan Madinah
2. Madinah-Makkah
3. Jeddah – Makkah
4. Makkah – Jeddah
5. Makkah – Madinah
6. Madinah – Bandara Madinah

NO. KEGIATAN MASA OPERASIONAL WAKTU
1. Bandara Madinah – Pemondokan Madinah 28 Juli – 11 Agustus 2017 (5-19 Dzulqa’dah 1438H) 15 hari
2. Madinah – Makkah 6-20 Agustus 2017 (14-28 Dzulqa’dah 1438H) 15 hari
3. Jeddah – Makkah 12-26 Agustus 2017 (20 Dzulqa’dah-4 Dzulhijjah 1438H) 15 hari
4. Makkah – Jeddah 6-20 September 2017 (15-29 Dzulhijjah 1438H) 15 hari
5. Makkah – Madinah 12-26 September 2017 (21 Dzulhijjah-6 Muharram 1439H) 15 hari
6. Pemondokan Madinah – Bandara Madinah 21 September-5 Oktober 2017 (1-15 Muharram 1439H) 15 hari

Bus Jemaah Haji

Tidak hanya transportasi antar kota perhajian, jemaah haji Indonesia yang juga akan memperoleh layanan bus shawalat serta bus Masyair. Layanan Bus Shalawat diberikan untuk jemaah haji Indonesia yang tinggal pada hotel dengan jarak lebih dari 1500 meter dari Masjidil Haram.

“Bus Shalawat juga akan beroperasi sepanjang 24 jam, mengantarkan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram,” tutur Subhan.

Mengenai Bus Masyair dipakai untuk mengantar pergerakan jemaah haji pada puncak haji dari hotel di Makkah menuju Arafah, Muzdalifah, Mina serta kembali lagi ke hotel.

Kloter pertama jemaah haji Indonesia, dijadwalkan bakal mulai diberangkat pada 28 Juli 2017. Pemberangkatan jemaah dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama bakal berjalan dari 28 Juli – 11 Agustus 2017. Sedang gelombang kedua bakal diberangkatkan dari 12 – 26 Agustus 2017. (Kemenag)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *