Daftar Haji Khusus Harus Dengan Sidik Jari Direncanakan Mulai April

Posted on
Daftar Haji Khusus Harus Dengan Sidik Jari Direncanakan Mulai April
Kabah

Daftar Haji Khusus Harus Dengan Sidik Jari Direncanakan Mulai April, Jakarta (hajikita.com) – Pengambilan sidik jari serta photo pada pendaftaran ibadah haji bukan sekedar akan diberlakukan untuk haji reguler.

Direncanakan mulai April yang akan datang, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah juga akan memberlakukan sidik jari dalam proses pendaftaran haji khusus.

loading...
“Pengambilan sidik jari untuk jemaah haji khusus ini tak lepas dari pemberlakuan pendaftaran sistem baru,” tutur Kasubdit Pendaftaran Haji Noer Alya Fitra (Nafit) di Jakarta, Kamis (16/03).
Menurut dia, kebijakan ini jadi satu diantara terobosan penyempurnaan sistem pendaftaran. Dengan adanya pengambilan sidik jari, data serta jati diri jemaah bakal semakin komplit. Sidik jari calon jemaah haji dibutuhkan bersamaan adanya ketentuan baru mengenai mendaftar 10 tahun sesudah keberangkatan paling akhir. Dengan begitu, jemaah yang terdeteksi telah pernah haji, tidak bisa mendaftar kembali terkecuali setelah sepuluh tahun dari keberangkatan hajinya yang paling akhir.

 

“Sidik jari juga menjadi usaha preventif terhadap pemakaian indentitas jemaah oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab,” tuturnya.

Dengan proses pengambilan sidik jari ini, lanjut Nafit, maka calon jemaah mesti datang langsung kala akan mendaftar, dengan kata lain tak dapat diwakilkan. Proses pendaftaran juga langsung dilaksanakan jemaah sehingga mereka dapat mengetahui berapa biayanya dan terdaftar di Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) apa.Disebutkan Nafit, sistem yang lama memperbolehkan jemaah untuk mewakilkan pendaftaran. Akibatnya, ada jemaah yang tidak memperoleh info mengenai kapan dia didaftarkan, terdaftar di PIHK apa, dan berapakah BPIH yang dibayarkan.

“Bila diwakilkan, nasib jemaah tergantung dari yang mewakili. Bila amanah alhamdulillah, namun bila nakal, mungkin saja jemaah tak pernah terdaftar haji serta uang yang disetorkan menjadi tidak jelas kemana larinya,” jelas Nafit.

“Dengan sistem pendaftaran baru, jemaah mesti mempunyai rekening tabungan atas nama sendiri, menyetor sendiri, serta mendaftar langsung ke Kanwil Kemenag atau Kankemenag yang ditunjuk oleh Kanwil,” imbuhnya.

Nafit berharap, kebijakan baru ini bakal memberikan kepastian kepada jemaah terkait status pendaftaran, dana setoran awal aman di rekening Menteri Agama, dan identitas jemaah haji tersimpan dengan komplit.(Kemenag)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *