Dana Haji Rp90 Triliun Akan Dikelola BPKH

Posted on

Dana Haji Rp90 Triliun Akan Dikelola BPKH

Dana Haji Rp90 Triliun Akan Dikelola BPKH, Jakarta (hajikita.com) – Panitia Seleksi Pansel Calon Anggota Badan Pelaksana serta Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sudah menyerahkan hasil seleksi calon anggota kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Menurut Ketua Pansel Calon Anggota Badan Pelaksana serta Dewan Pengawas BPKH Mulya E Siregar, badan ini nanti bakal mengelola dana haji yang begitu besar.

loading...

“Kurang lebih Rp90 triliun seluruhnya,” kata Mulya saat konferensi pers di kantor Presiden, Jakarta, Senin (13/3). Dari seleksi yang dilaksanakan, sejumlah 14 nama calon badan pelaksana sudah diserahkan ke Presiden.

Setelah itu, Presiden bakal menunjuk tujuh orang untuk ditetapkan. Sesudah efektif beroperasi, BPKH bertugas untuk melaksanakan persiapan secara administratif, termasuk juga menyiapkan infrastruktur serta pegawai.

Rencananya, BPKH bakal efektif beroperasi pada tahun ini. Menurut Mulya, Presiden Jokowi mengharapkan para calon anggota badan pelaksana itu bekerja secara profesional. Selain itu, Presiden juga mengharapkan BPKH bisa mengelola dana haji secara menguntungkan. “Serta investasinya pada proyek-proyek yang telah jelas peruntungannya. Umpamanya jalan tol, pelabuhan sehingga tidak dikhawatirkan dana hilang,” kata Mulya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengemukakan, BPKH bakal mengelola semua dana haji yang ada lalu diinvestasikan supaya pengelolaan dana haji bisa optimal. Hasil dari investasi dana haji itu, kata Lukman, nanti bakal dikembalikan kepada calon jamaah haji serta masyarakat.

“Jadi tak cuma mengelola, namun juga menginvestasikan supaya nilai manfaat dari dana haji ini benar-benar dapat optimal, dapat maksimal, sehingga nilai manfaat itu bukan sekedar kembali ke calon jemaah haji, namun juga untuk seluruh rakyat Indonesia,” tutur Lukman.

Menurutnya, anggota badan pelaksana yang dipilih nanti adalah orang-orang yang profesional dan mempunyai kompetensi serta memiliki pengalaman dalam mengelola keuangan. Selain itu, dana itu juga akan diinvestasikan dalam sektor yang aman serta terjamin sehingga tidak mengakibatkan kerugian, seperti investasi pembangunan jalan tol.

“Seperti jalan tol, itu kan tentu menguntungkan, pelabuhan, serta tadi dijelaskan juga beberapa. Bukan pada bentuk investasi yang punya potensi mengalami kerugian, karena bagaimanapun tanggungjawabnya ini yaitu dana umat,” terang Lukman. (Ihram)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *