Di Saudi Arabia, Tim Akomodasi Mulai Berburu Hotel Jemaah Haji

Posted on
Di Saudi Arabia, Tim Akomodasi Mulai Berburu Hotel Jemaah Haji
p, li { white-space: pre-wrap; }

Tim penyedia akomodasi 1437H-2016M

Di Saudi Arabia, Tim Akomodasi Mulai Berburu Hotel Jemaah Haji, Jakarta (hajikita.com) – Persiapan operasional haji terus dikerjakan oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, baik di Tanah Air ataupun di Tanah Suci. Paling baru, tim penyedia akomodasi telah mulai berangkat ke Arab Saudi untuk berburu hotel yang akan menjadi tempat jemaah haji Indonesia, di Makkah serta Madinah.

loading...

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tim ini telah pergi ke Arab Saudi pada 20 Februari 2017 lalu. Beranggotakan 12 orang, tim ini bakal bertugas sepanjang 85 hari di Tanah Suci dengan konsentrasi target memperoleh hotel yang representatif untuk 204 ribu jemaah haji regular.

Sepanjang bertugas di Arab Saudi, tim akomodasi akan bekerja bersama dengan tenaga pendukung yang terbagi dalam warga Negara Indonesia (WNI) yang mukim di Arab Saudi dan Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal RI di Jeddah. Semua akan bekerja sesuai dengan Pakta Integritas yang sudah di tandatangani bersama. 
Ketua Tim Penyedia Akomodasi, Nasrullah Jassam menerangkan bahwa sesuai pedoman penyediaan, akomodasi haji mesti penuhi beberapa persyaratan, diantaranya: hotel mesti mempunyai akses yang baik untuk transportasi bus shalawat serta akses distribusi katering. Diluar itu, hotel harus juga mempunyai lobby yang luas, dan ada masjid, restoran, serta sarana yang lain. 
“Untuk sebaran lokasi, akomodasi jemaah haji Indonesia di Makkah, akan dikonsentrasi di enam lokasi : Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisah, Aziziyah, serta Mahbas Jin,” jelas Nasrullah lewat sambungan telephone, Minggu (26/02). 
Menurut Nasrullah, kiat awal yang akan dikerjakan tim yaitu mengontrak kembali (repeat order) beberapa hotel yang dinilai memberi pelayanan yang baik pada musim haji tahun lalu. Tim ini telah lakukan identifikasi awal serta sekurang-kurangnya telah ada 84 hotel dengan kemampuan 118.675 jemaah yang akan di-repeat order. 
Untuk tutup kekurangannya, tim akomodasi akan mencari hotel-hotel baru yang ada di 6 lokasi itu. ” Hasil hunting tim penjajakan pada Desember 2016 lalu, ada sekitaran 30 hotel baru yang dilakukan letter of intention (LoI) oleh KUH atas usulan tim dengan kapasitas sekitar 70 ribuan,” tutur Nasrullah. 


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Angka-angka ini semua masih berbentuk estimasi, lantaran masih ada tahapan verifikasi dokumen, cek fisik gedung, serta negosiasi,” paparnya. 
Nasrullah mengaku bahwa kembali wajarnya kuota haji untuk semua negara pengirim jemaah akan jadi tantangan sendiri dalam penyediaan akomodasi. Menurut dia, hukum supply and demand akan berlaku dalam proses pencarian akomodasi bersamaan bertambahnya jemaah haji tahun ini. 
Tantangan yang sama juga akan dihadapi dalam proses penyediaan hotel jemaah haji Indonesia di Madinah. Terlebih perkembangan hotel jemaah di Markaziyah Madinah, tak sebanyak di Makkah. “Tim kami mesti gerak cepat untuk mencari akomodasi disana, tak mesti menanti penyediaan di Makkah usai. Proses di dua tempat ini bakal dikerjakan secara simultan, ” katanya. 
” Kita saksikan perkembangannya di Makkah, bila telah jalan dengan baik, kita dapat melakukan penyediaan di Madinah. Tinggal dibagi tugasnya nanti,” imbuhnya. (Kemenag)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *