DPR Bisa Pahami Kebijakan Pengambilan Sidik Jari

Posted on

DPR Bisa Pahami Kebijakan Pengambilan Sidik Jari
DPR Bisa Pahami Kebijakan Pengambilan Sidik Jari, Jakarta (hajikita.com) – Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PHU) kembali melakukan inovasi perbaikan pelayanan ibadah haji.

Untuk menguatkan tata kelola data serta validitas jati diri jemaah, Ditjen PHU memberlakukan pengambilan sidik jari serta photo pada pendaftaran ibadah haji.

loading...

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid berpendapat inovasi apa pun yang dilaksanakan Kemenag sah-sah saja sepanjang untuk mengutamakan kebaikan serta kemudahan untuk para calon jamaah. “Kebijakan pemberlakuan pengambilan sidik jari dapat dipahami sebagai data base bila ada calon jamaah ‘nakal’, ” ujarnya, Ahad (12/3).

Menurut politikus dari Partai Gerindra ini, ada dua prinsip paling utama yang perlu diperhatikan berkaitan pelayanan haji. Pertama, pendaftaran mesti dipermudah. “Koordinasi antara Kemenag serta bank penerima setoran haji harus rapi. Jangan sampai jamaah bolak balik antara kantor Kemenag dan bank,” tutur Sodik. 
Kedua, kriteria pendaftaran mesti dipermudah, kecuali tentang pengambilan sidik jari yang tadi. “Jangan sampai jamaah dipersulit oleh syarat-syarat data hari ini yang tak perlu, walau sebenarnya jamaah baru akan pergi 10 atau 20 tahun lagi, umpamanya photo dan sebagainya,” kata dia. 
Seperti dikabarkan sebelumnya, sebagai langkah perbaikan, Ditjen PHU mengeluarkan Keputusan Dirjen PHU No 28/2016 mengenai Pedoman Pendaftaran Haji Reguler. Sekurang-kurangnya ada dua hal baru dalam pedoman ini, satu diantaranya pendaftaran haji harus dikerjakan sendiri oleh yang bersangkutan untuk pengambilan photo serta sidik jari. 
Kasubdit Pendaftaran Haji Kementerian Agama Noer Aliya Fitra menyampaikan data base yang berbasiskan sidik jari ini diharapkan semakin lebih mempermudah proses deteksi dini calon jamaah haji, apakah telah pernah berhaji atau belum. Ini penting sejalan dengan adanya ketentuan bila masyarakat baru bisa mendaftar haji lagi sesudah sepuluh tahun dari keberangkatan terakhir. (Ihram)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *