Fiqih Wanita dalam Beribadah Haji pada Mudzakarah Haji 2017

Posted on
Mudzakarah Perhajian 2017
Mudzakarah Perhajian 2017
Fiqih Wanita dalam Beribadah Haji pada Mudzakarah Haji 2017, Jakarta (hajikita.com) – Kementerian Agama melalui Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah kembali mengadakan mudzakarah perhajian. Kali ini, mudzakarah mengagendakan kajian mengenai permasalahan kekinian, utamanya berkaitan fiqih wanita dalam melaksanakan ibadah haji.Mudzakarah dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Dalam sambutannya, Menag menyampaikan kalau mudzakarah perlu dilaksanakan di setiap tahun karena kenyataan persoalan yang muncul juga dinamis.

“Persoalan-persoalan waqi’iyyah penting dibicarakan dari perspektif fikih oleh beberapa pakar, para ulama, serta para Kyai,” ucap Menag di Jakarta, Jumat (27/04). Terlihat hadir juga, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher serta Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Abdul Djamil.

loading...

Menag mengharapkan proses mudzakarah bisa merumuskan jawaban atas beragam masalah yang berkembang dengan tetap mencermati keragaman pandangan. Karena itu, Menag menginginkan supaya peserta mudzakarah bukan hanya mengambil satu pendapat ulama saja.

“Sebaiknya diterangkan pandangan-pandangan lain pada satu isu tertentu sehingga masyarakat kita, terutama para calon jamaah haji kita, juga diedukasi untuk diperluas atau diperdalam wawasannya berkaitan dengan bebrapa masalah fiqhiyah,” kata Menag.

Selain masalah keragaman, Menag menggarisbawahi permasalahan kemaslahatan. Dia mengharapkan alas an kemaslahatan dalam mengambil jalan keluar pada masalah yang dihadapi.

Dalam kesempatan itu, Menag mengemukakan terima kasih kepada DPR yang senantiasa memberi support pada penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Selama ini, Menag merasa seluruh pihak saling sadar kalau haji adalah pekerjaan nasional sehingga kala memasuki tahap penyelenggaraan di Saudi, tak ada lagi yang mempermasalahkan identitas sektoral, apakah Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan atau kementerian serta instansi yang lain.

“Baik ekskutif maupun legislatif membaur serta menyatu bila telah di Saudi Arabia. Kita semuanya bicara atas nama Indonesia. Kita bicara mengenai Merah Putih,” tuturnya.(Kemenag)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *