KPHI Pantau Persiapan Haji

Posted on

Ka'bah
KPHI Pantau Persiapan Haji, Jakarta (hajikita.com) – Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI), Syamsul Maarif, menyampaikan akan melaksanakan pemantauan persiapan penyelenggaraan haji tahun 2017 baik dalam negeri maupun di luar negeri.

Kami akan ke Saudi (19/4) yang akan datang untuk memonitor kesiapan layanan sarana untuk jamaah haji saat berada disana,” terang dia, Kamis (6/4).

loading...

Syamsul menyampaikan, bakal memonitor kesiapan maktab jamaah haji Indonesia yang disewa, penginapan serta katering yang bakal digunakan selama di Saudi. Sedangkan pemantauan di dalam negeri, KPHI bakal berkeliling ke setiap daerah untuk memonitor administrasi calon jamaah haji seperti paspor dan visa, sarana di setiap embarkasi serta keperluan kesehatan calon jamaah haji.

Selain itu, KPHI akan memonitor seleksi petugas haji. “Kami berharap petugas haji bukan sekedar mengambil dari pns saja namun dapat juga memberi peluang lebih banyak kepada masyarakat umum. Karena selama ini kuota petugas dari masyarakat masih minim, jangan sampai Kemenag memonopoli petugas haji,” terangnya.

Terlebih kuota haji tahun ini lebih banyak. Sehingga pasti memerlukan petugas haji lebih banyak. Petugas haji dari masyarakat ini bisa dipilih dari ormas Islam maupun pembimbing manasik haji.

Transportasi Haji 2017

Kementerian Agama sudah menetapkan Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines sebagai pelaksana transportasi udara Jemaah Haji Indonesia Tahun 2017.

Garuda Indonesia bakal mengangkut 107.974 orang atau sebesar 52,27% dari keseluruhan 204.000 Jemaah Haji Indonesia ditambah sekitar 2.000 orang petugas. Sedangkan Saudi Arabian Airlines memperoleh 47,73% yang setara dengan 98.576 orang. Jumlah kelompok terbang (kloter) yang bakal melayani penerbangan haji tahun ini mencapai 510 kloter.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Penyiapan Transportasi Udara, Edayanti, di sela-sela aktivitas kerjanya di Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta Pusat, Kamis (06/04).

“Kementerian Agama juga sudah membagi pelaksanaan pengangkutan udara untuk dua maskapai itu menurut embarkasi haji. Garuda bakal menerbangkan serta memulangkan Jemaah Haji asal embarkasi Aceh, Medan, Padang, Jakarta Pondok Gede, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, serta Lombok. Sementara embarkasi lain yang menjadi jatah Saudi Airlines yaitu embarkasi Batam, Palembang, Jakarta Bekasi, serta Surabaya,” kata Edayanti.

Jenis serta kapasitas pesawat untuk transportasi udara Jemaah Haji tahun ini juga mengalami sedikit perubahan dibandingkan tahun lalu.

“Embarkasi Aceh, Padang, serta Makassar bakal memakai pesawat Boeing 747-400 dengan kapasitas penumpang 450 orang. Embarkasi Medan dan Jakarta Pondok Gede memakai pesawat jenis Boeing 777 seri 300 yang dapat mengangkut 393 orang. Sedangkan Jemaah Haji asal embarkasi Lombok, Solo, serta Balikpapan bakal dilayani dengan pesawat Airbus 330-300 kapasitas 360 orang. Kapasitas angkut paling kecil ada di embarkasi Banjarmasin, 325 orang dengan pesawat yang sama yakni Air Bus 330-300,” lanjut Edayanti.

Pesawat yang bakal dipakai oleh Saudi Arabian Airlines ada dua tipe yakni Boeing 747-300 serta Boeing 747-400. Embarkasi Batam, Palembang, serta Surabaya bakal memakai Boeing 747-400 yang kapasitasnya 450, sementara Embarkasi Jakarta-Bekasi bakal disediakan Boeing 777-300 yang kemampuan angkutnya 410 orang.

“Rencana penandatanganan perjanjian pengangkutan udara antara Kementerian Agama dan perusahaan penerbangan hari Jumat, 7 april 2017,” tutur Edayanti.(Kemenag/Republika)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *