Menko PMK Tinjau Fasilitas Kesehatan untuk Jamaah Haji Indonesia

Posted on

Menko PMK Tinjau Fasilitas Kesehatan untuk Jamaah Haji Indonesia

Menko PMK Tinjau Fasilitas Kesehatan untuk Jamaah Haji Indonesia, Madinah (hajikita.com) – Selesai memimpin serta memberikan arahan dalam rapat koordinasi terkait monitoring serta evaluasi persiapan pelaksanaan Ibadah Haji pada tahun 1438 H/2017, Kamis (20/04), Menko Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, didampingi Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, berkesempatan meninjau fasilitas Klinik Haji Indonesia yang sebelumnya adalah Balai Pengobatan Haji Indonesia.

loading...

Menkes menerangkan kalau permasalahan paling utama Klinik Haji Indonesia yaitu berkaitan penyewaan tempat. Jika dimungkinkan pada masa depan, klinik haji itu miliki tempat yang permanen.

Menko PMK lantas mengecek langsung fasilitas ruang perawatan, stock obat-obatan, termasuk juga ruang gawat darurat. Guna menjaga kebersihan, memang saat peninjauan berlangsung, semua fasilitas kesehatan dibungkus/ditutup plastik. Tetapi Menko PMK sempat memastikan baiknya kondisi alat kesehatan itu dengan membuka penutupnya.

Sarana kesehatan yang ditinjau Menko PMK ini menyediakan 75 tempat tidur rawat; 20 tempat tidur UGD serta 80 petugas kesehatan haji. Sifat pelayanan adalah pelayanan dasar dan emergensi.

Lantai 1 Klinik Haji Indonesia digunakan untuk ruang rawat Psikiatri, ruang rawat laki-laki serta perempuan dan ruangan penunjang seperti radiologi, laboratorium, gizi, poli gigi serta ruang linen. Sementara lantai 2 dipakai untuk depo obat dan alat kesehatan, serta ruang kerja petugas sanitasi surveilans serta siskohatkes. Guna memberikan pelayanan maksimal, Klinik Haji Indonesia dilengkapi dengan delapan ambulans serta 80 petugas.

Perhatian Menko PMK untuk memberikan pelayanan haji secara optimal bukan sekedar selama di Arab Saudi, namun juga mulai sejak keberangkatan di tanah air. Menko PMK meminta supaya ke depan disediakan materi manasik memakai kearifan lokal.

Butuh disediakan buku manasik disetiap embarkasi memakai Bahasa Indonesia serta Bahasa daerah kata Menko PMK. Karena paling tidak mayoritas jamaah tentu berasal dari daerah embarkasi tersebut sehingga dapat memahami serta mempersiapkan diri dengan baik.(Kemenag)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *