Negosiasi Akomodasi Jemaah di Makkah Sudah Lebih Dari 40%

Posted on

Salah satu ruang lobby hotel akomodasi jemaah haji di Makkah
Negosiasi Akomodasi Jemaah di Makkah Sudah Lebih Dari 40%, Jakarta (hajikita.com) – Ketua Tim Penyedia Akomodasi, Nasrullah Jassam menyampaikan kalau hingga sekarang ini pihaknya telah sukses melaksanakan proses negosiasi untuk lebih dari 40% keperluan akomodasi calon jemaah haji Indonesia.

Menurut Nasrullah, sebagian besar dari hotel yang telah dinegosiasi yaitu pemesanan lagi (repeat order) dari akomodasi yang telah dipakai pada penyelenggaraan ibadah haji tahun lalu. Untuk akomodasi baru, proses verifikasinya lebih lama sehingga belum banyak yang dilaksanakan proses negosiasinya.

loading...

“Yang 40% telah deal negosiasi, tinggal kontrak saja. Namun tentu kontrak ini menunggu ketentuan besaran BPIH yang hingga sekarang ini masih dalam kajian antara Kementerian Agama dengan DPR RI,” terangnya waktu dihubungi lewat sambungan telepon, Selasa (14/03).

Hotel yang telah dinego menyebar di 5 tempat, yakni Mahbas Jin, Syisah, Raudhah, Aziziyah, serta Jarwal. “Tim akomodasi sekarang ini masih senantiasa bernegosiasi dengan beberapa pemiliki hotel di Makkah. So far baik-baik saja untuk Makkah, walau nego agak sedikit alot,” imbuhnya.

Negosiasi cukup alot, lanjut Nasrullah, lantaran rata-rata yang memiliki hotel ingin menaikkan harganya. Keadaan ini dipengaruhi juga oleh kembali wajarnya kuota jemaah haji semua negara pada musim ini. Akibatnya, keperluan terhadap akomodasi jemaah juga bertambah.

Nasrullah meyakinkan mutu hotel yang bakal dipakai calon jemaah haji Indonesia tahun ini sama juga dengan tahun lalu. Selain mesti ada mushola serta ruang makan untuk kepentingan pembinaan jemaah, hotel juga harus mudah diakses oleh bus sholawat dan kendaran pengantar katering.

“Akomodasi yang repeat order rata-rata minta kenaikan harga. Tim sedapat mungkin nego supaya sama dengan harga tahun lalu. Bila pun ada kenaikan, itu tak lebih dari 1.5% dari harga tahun lalu,” tuturnya.

Tim akomodasi telah pergi ke Arab Saudi pada 20 Februari 2017 lalu. Beranggotakan 12 orang, tim ini bakal bertugas sepanjang 85 hari di Tanah Suci dengan konsentrasi tujuan memperoleh hotel yang representatif untuk 204 ribu jemaah haji regular.

Selama bertugas di Arab Saudi, tim akomodasi bakal bekerjasama dengan tenaga pendukung yang terdiri dari warga Negara Indonesia (WNI) yang mukim di Arab Saudi dan Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal RI di Jeddah. Semua bakal bekerja sesuai dengan Pakta Integritas yang sudah ditandatangani bersama.

Ketua Tim Penyedia Akomodasi, Nasrullah Jassam menerangkan bahwa sesuai pedoman penyediaan, akomodasi haji mesti memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya  hotel mesti mempunyai akses yang baik untuk transportasi bus shalawat serta akses distribusi katering. Selain itu, hotel juga harus mempunyai lobby yang luas, dan ada masjid, restoran, serta sarana lainnya.(Kemenag)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *