Proses Pemberian Kompensasi Jemaah Korban Crane Terus Dikawal

Posted on

Proses Pemberian Kompensasi Jemaah Korban Crane Terus Dikawal
Proses Pemberian Kompensasi Jemaah Korban Crane Terus Dikawal, Jakarta (hajikita.com) – Pemerintah lewat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta Kedutaan Besar RI (KBRI) Riyadh selalu menindaklanjuti rencana Pemerintah Arab Saudi untuk memberikan kompensasi buat korban/ahli waris korban jatuhnya crane di Masjidil Haram.

loading...
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah meminta KBRI untuk selalu berkomunikasi dengan pihak terkait di Riyadh.

“Menlu juga senantiasa mengemukakan permasalahan ini dalam setiap pertemuan bilateral dengan Menlu Arab Saudi pada beragam kesempatan,” demikian keterangan pihak Kemlu lewat rilis yang di terima humas Kemenag, Sabtu (04/03).

Menyikapi permintaan KBRI Riyadh, pada tanggal 19 Februari 2017 Kemlu Saudi sudah mengemukakan nota tertulis yang pada pokoknya menyampaikan kalau proses verifikasi korban crane dari warga negara Indonesia sudah usai hingga tinggal menanti penerbitan cek oleh Kementerian Keuangan Arab Saudi. “Pemerintah Arab Saudi sudah membuat tim untuk mempercepat proses pembayaran itu,” tulisnya.

Seirama dengan Menlu, dalam kesempatan Raker dengan DPR pada 14 Februari 2017 lalu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga menyatakan kalau santunan yang dijanjikan Pemerintah Arab Saudi bakal diberikan pada keluarga korban musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram masih diproses.

“Pemerintah Indonesia, lewat Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jeddah sudah melengkapi data/berkas beberapa nama korban yang diperlukan pemerintah Arab Saudi dalam pencairan bantuannya. Dari pantauan kami, mereka masih memproses bentuk bantuan itu,” jelas Menag.

Penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M diwarnai dengan musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram pada Jumat, 11 September 2015. Terdaftar ada 12 jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia serta lebih dari 45 jamaah lainnya luka-luka.

Ke-12 korban meninggal dunia itu yaitu Iti Rasti Darmini (JKS 23), Masnauli Sijuadil Hasibuan (MES 09), Nurhayati Rasad Usman (PDG 04), Ferry Mauluddin Arifin Dulhai (JKS 12), Adang Joppy Lili (JKS 16), Sriyana Marjo Sihono (SOC 27), Masadi Saiman Tarimin (SUB 38), Siti Rukayah Abdus Somad Dasimon (SUB 39), Darwis Rahim Cogge (UPG 18), Saparini Baharuddin Abdullah (MES 08), Painem Dalio Abdullah (MES 08), serta Janniro Gadumbang Siregar (MES 09).

Pemerintah Arab Saudi menjanjikan santunan sebesar 1 juta Saudi Riyal untuk keluarga korban yang meninggal dunia serta korban luka yang mengakibatkan cacat fisik atau luka berat, dan 500 ribu Saudi Riyal untuk korban luka yang lain.

Menurut Menag, Pemerintah lewat Konjen dan Teknis Urusan Haji (TUH) di Jeddah selalu memantau serta berkomunikasi dengan Pemerintah Saudi Arabia. Pemerintah Indonesia telah memenuhi seluruh keinginan Pemerintah Saudi. “Pemerintah bakal senantiasa berusaha melaksanakan hal-hal terbaik dalam diplomasi,” terang Menag.

“Bukan hanya Indonesia saja, tetapi negara-negara lain yang jamaahnya menjadi korban juga belum cair (santunannya),” imbuhnya. (Kemenag/UKiS)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.