Rumah Sakit Haji Pondok Gede Akan Berubah Status Jadi BLU

Posted on

Menag LHS terima IPHI
Rumah Sakit Haji Pondok Gede Akan Berubah Status Jadi BLU, Jakarta (hajikita.com) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyongsong baik gagasan penyerahan Rumah Sakit Haji Pondok Gede Jakarta oleh Pemda DKI Jakarta pada Kementerian Agama sehabis Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang bakal digelar dalam waktu dekat.

Hal tersebut disampaikan Menag saat menerima kunjungan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Rabu (08/03) di kantor Kementerian Agama, Jakarta.

loading...

Menurut Menag, telah ada prinsip dari Pemprov DKI untuk menyerahkan saham tersebut kepada Kementerian Agama sesuai dengan putusan pengadilan, akan tetapi perlu dikukuhkan dalam RUPS.

Kepala Biro Hukum dan KLN Gunaryo yang menyertai Menag, dalam kesempatan itu melaporkan kalau RUPS yang akan datang agendanya yaitu penyerahan hibah saham dari Pemprov DKI Jakarta kepada Kemenag. Selain itu, juga direncanakan bakal dilaksanakan pembubaran PT lantaran menurut dia sekarang ini tak memungkinkan lagi rumah sakit milik pemerintah berupa Perseroan Terbatas.

Gunaryo menambahkan kalau yang paling memungkinkan yaitu Rumah Sakit Haji Pondok Gede diserahkan kepada perguruan tinggi supaya menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Walau kelak ada konsekuensi-konsekuensi spesifik yang muncul akibat pendirian BLU itu.

Sekarang ini, lanjut Gunaryo, pengurus RS Haji adalah personil dari Kemenkes. Walau sebenarnya mandat yang diberikan telah habis, lantaran awal mulanya cuma 100 hari sejak mulai pendirian RS, sementara saat ini telah sekian tahun. Kemenag tak pernah memperoleh faedah sedikit pun dari RS Haji, tegasnya.

Anggota Dewan Kehormatan IPHI Sulastomo menyampaikan kalau Rumah Sakit Haji Jakarta dibangun atas prakarsa Menteri Agama Munawir Sadzali dengan restu Presiden Soeharto untuk mengenang musibah Terowongan Al Muaisim Mina, 2 Juli 1990 yang sudah merenggut 631 jemaah haji Indonesia.

Selain di Jakarta, rumah sakit sejenis juga dibangun di Surabaya, Medan serta Makassar. Dana pembangunan mesjid datang dari dukungan pemerintah Arab Saudi, Presiden RI, Departemen Agama, BUMN, serta masyarakat. Rumah Sakit Haji Jakarta dibangun di atas tanah milik Departemen Agama.

Sesudah pembangunan usai, diterbitkan surat perjanjian bersama antara tiga menteri yakni Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Kesehatan Nomor 336 Tahun 1996, 118 Tahun 1996, serta 794/Menkes/SKB/VII/1996 mengenai Rumah Sakit Haji Indonesia. (Kemenag)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.