Sebanyak 2.730 Pembimbing Manasik Haji Sudah Bersertifikat

Posted on

Kasubdit Bimbingan Jemaah Ali Rokhmad-Solo
Sebanyak 2.730 Pembimbing Manasik Haji Sudah Bersertifikat, Solo (hajikita.com) – Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah tengah menggulirkan program sertifikasi pembimbing manasik haji sejak tahun 2012.
Program ini digulirkan untuk memastikan para petugas pembimbing jemaah haji Indonesia telah memenuhi kualifikasi yang ditetapkan.

Kasubdit Bimbingan Jemaah Ali Rokhmad menyampaikan kalau hingga saat ini, baru ada 2. 730 pembimbing manasik haji yang telah bersertifikat.

loading...

“Target pembimbing yang ingin diraih sejumlah 4.688 orang atau dengan rasio 1 : 45 jemaah,” tutur Ali Rokhmad saat menjadi narasumber pada acara sertifikasi pembimbing manasik haji di Asrama Haji Donohudan, Solo, Minggu (19/03).

Acara ini digelar Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (LPP-KBIH) Muhammadiyah/Aisyiyah bekerjasama dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang.

Menurut Ali, Kementerian Agama sudah menetapkan kalau penyelenggara sertifikasi pembimbing manasik haji yaitu tujuh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Selain UIN Walisongo, PTKIN yang lain yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Alaudin Makassar, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sumatera Utara, serta IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Serang.

Ali Rokhmad menambahkan, target jumlah pembimbing manasik bersertifikat sampai dengan tahun 2019 harus telah terpenuhi. Karenanya, proses kegiatan sertifikasi senantiasa dilaksanakan. Sebagian instansi yang sudah bekerjasanya menyelenggarakan program ini, antara lain : Forum Komunikasi KBIH Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Mabes TNI Angkatan Laut.

“Ditjen PHU juga telah menerbitkan 5 modul serta 4 buku bacaan wajib yang dijadikan sebagai bahan pegangan untuk beberapa narasumber serta peserta sertifikasi,” katanya.

Terlebih dulu, waktu buka acara, Jumat (17/03), Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil mengapresiasi penyelenggaraan aktivitas sertifikasi ini. Menurut dia, penyelenggaraan haji bukan sekedar jadi pekerjaan pemerintah. Peran umum, termasuk juga KBIH, jadi sisi utama dalam berhasilnya penyelenggaraan ibadah haji.

“Sertifikasi pembimbing manasik haji ini positif lantaran menghasilkan pembimbing yang akan membantu pemerintah dalam pembinaan kepada jemaah haji. Pembimbing yang lulus sertifikasi sudah memenuhi standar profesional dalam memberikan pelayanan bimbingan kepada jemaah calon haji sejak di Tanah Air sampai di Tanah Suci,” tegasnya.

Kegiatan sertifikasi di embarkasi Solo yang dilaksanakan dengan cara swakelola ini bakal berlangsung sampai 23 Maret 2017. Kegiatan ini diikuti 79 peserta, terdiri dari 63 pembimbing dari KBIH Muhammadiyah/Aisiyah serta 14 pembimbing dari KBIH lainnya di Jawa Tengah.

Ketua LPP KBIH PW Muhammadiyah Jateng, H. Soeratman sebagai pemprakarsa kegiatan ini mengharapkan sesudah kegiatan sertifikasi ini para pembimbing manasik bakal mampu melaksanakan pembimbingan manasik yang terstandar sehingga jemaah betul-betul bisa melakukan rukun dan wajib haji sesuai yang diajarkan Rasulullah SAW.

Menurut dia, kegiatan sertifikasi ini sengaja dilakukan di asrama haji Solo dengan maksud mendekatkan para pembimbing dengan areal bimbingan manasik sekaligus kemudahan dalam praktek karena sarana yang memadai.(Kemenag)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.