Serah Terima Rumah Sakit Haji Antara Kemenag dan Pemprov DKI Segera Terlaksana

Posted on

Syafrizal Kepala Biro Umum Kemenag RI

Serah Terima Rumah Sakit Haji Antara Kemenag dan Pemprov DKI Segera Terlaksana, Jakarta (hajikita.com) – Sesudah lewat proses panjang, serah terima asset Rumah Sakit Haji Pondok Gede dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Kementerian Agama (Kemenag) sudah mendekati final.

loading...

Kepala Biro Umum Kemenag Syafrizal mengharapkan proses serah terima itu telah dapat dilaksanakan sebelum selesainya bulan Maret 2017.

“Sekarang ini dokumen serah terima telah diparaf oleh Biro Hukum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Insya Allah di bulan Maret ini telah serah terima,” tutur Syafrizal di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (08/03).

Selasa kemarin, sebagai Kepala Biro Umum, Syafrizal mendapat tugas mewakili Sekjen Kemenag untuk mendiskusikan proses penyelesaian serah terima bersama Asisten Kesra Fatahillah serta Ketua BPKD DKI Jakarta. Dalam rapat itu tersingkap kalau dokumen serah terima telah diparaf Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta.

“Sekarang ini dokumen serah terimanya tengah ditelaah lagi oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), lantaran terkait kepemilikan saham. Bapak Fatahillah berjanji dalam dua hari ini proses di BPKD usai, ” katanya.

Sesudah ditelaah BPKD, lanjut Syafrizal, dokumen serah terima asset bakal diteruskan ke Asisten Perekonomian serta Asisten Kesra untuk diparaf. Dokumen yang telah diparaf itu seterusnya akan ditandatangani oleh Sekda Pemprov DKI dan Sekjen Kemenag.

“Kita dipesan oleh Pemprov DKI Jakarta, supaya sekalian membawa notaris sehingga proses serah terima dapat segera dinotariskan,” terangnya.

Rumah Sakit Haji Pondok Gede dibangun berdasar pada keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Kesehatan pada tahun 1991 mengenai Panitia Pembangunan Rumah Sakit Haji Daerah Embarkasi Jakarta, Surabaya, Ujungpandang, serta Medan. Selain dana bantuan dari Presiden sebagai modal awal, biaya pembangunan Rumah Sakit Haji Daerah ini juga didapat dari dana bantuan Kementerian Agama, Pemerintah Arab Saudi, BUMN, serta masyarakat.

Dalam prosesnya, Rumah Sakit Haji Pondok gede diresmikan pada tahun 1994. Menurut Syafrizal, pada tahun 2004 di masa Gubernur Sutiyoso, dalam rangka percepatan pelayanan, yayasan rumah sakit haji ini diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang sudah disahkan Departemen Hukum dan HAM, dengan komposisi kepemilikan saham : Pemprov DKI Jakarta 51%, Kementerian Agama 42%, Koperasi Karyawan 6%, dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) 1%.

Kementerian Agama lalu mengajukan tuntutan ke pengadilan berkaitan kepemilikin rumah sakit. Proses perselisihan kepemilikan saham ini hingga ke tingkat Mahkamah Agung dan dimenangkan oleh Kementerian Agama.

Saat ini, pihak Kementerian Agama dan DKI Jakarta tengah melaksanakan proses serah terima asset Rumah Sakit Haji Pondok Gede. Selanjutnya, selain masih memberi layanan kesehatan untuk masyarakat umum, Rumah Sakit Haji ini akan menjadi hospital pendidikan yang mendukung UIN Jakarta. (Kemenag)

Loading...

One thought on “Serah Terima Rumah Sakit Haji Antara Kemenag dan Pemprov DKI Segera Terlaksana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *