Soal Fasilitas Baru, DPR: Langkah Selanjutnya adalah Pengawasan Saat Pelaksanaan Haji 2017

Posted on

Menko PMK mengharapkan peningkatan yang signifikan pada pelayanan di musim haji tahun 2017
Soal Fasilitas Baru, DPR: Langkah Selanjutnya adalah Pengawasan Saat Pelaksanaan Haji 2017, Jakarta (hajikita.com) – Sarana berbentuk tenda baru di Arafah seperti yang dilihat rombongan Kementerian Agama, Kemenko PMK, serta Kemenkes di Arab Saudi telah sepengetahuan Komisi VIII DPR RI.
DPR meminta yang perlu dikerjakan setelah itu yaitu pengawasan waktu pelaksanaan haji 2017.

loading...
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Partai Gerindra Sodik Mudjahid menerangkan, soal sarana yang dilihat rombongan pemerintah di Saudi, Komisi VIII sudah tahu serta anggaran untuk sarana itu juga telah disepakati. “Dalam penetapan BPIH, Komisi VIII serta Kemenag telah menyepakati,” kata Sodik, Senin (24/4).

Di sisi kesehatan, ia mengutamakan perhatian pada lanjut usia karena jumlahnya senantiasa lebih dari setengah jumlah jamaah haji. Peningkatan pengawasan lanjut usia idealnya pada penambahan jumlah dokter.

Namun jikalau tidak, posko kesehatan ditambah. Tenaga kesehatan adalah salah satu yang kerjanya paling keras. Idealnya juga, pos kesehatan ada di maktab-maktab. Dahulu ketentuan Saudi tidak membolehkan, saat ini boleh.

“Juga kerja sama dengan fasilitas kesehatan Saudi. Karena prinsipnya Saudi menanggung dan menjamin kesehatan jamaah. Maka butuh koordinasi,” papar Sodik.

Menurut dia, mesti ada koordinasi yang baik pula antara petugas dengan pembimbing dengan KBIH. Dahulu pembimbing lebih senior dari petugas serta petugas kloter.

Jadi saat ini Kemenag mesti tingkatkan koordinasi. KBIH juga bisa sharing pengalaman dengan petugas. KBIH juga jangan cuma layani jamaahnya, namun menambah amal shalih bila ada jamaah reguler butuh pertolongan, maka bantu.

“Tapi sempat ada keluhan jamaah haji khusus yang ke fasilitas kesehatan reguler. Pos kesehatan kan untuk semuanya meski haji khusus juga mempunyai keharusan menyediakan layanan kesehatan sendiri,” ungkap Sodik.

Sebelumnya, Kementerian Agama bersama Kementerian Kesehatan dan Kemenko PMK melaksanakan tinjuan persiapan haji ke Saudi. Mereka melihat sarana tenda di Arafah untuk jamaah saat wukuf. Selain tahan api, tenda bakal dilengkapi karpet yang relatif baru, pendingin ruangan, serta kipas dengan kipas yang diberi semprotan air.

Tenda untuk jamaah haji Indonesia di Arafah tahun ini mengalami inovasi. Tenda baru ini bakal menukar tenda lama yang sampai kini digunakan oleh jamaah haji yang telah berumur lebih dari 100 tahun.

Kepala Daerah Kerja (Ka Daker) Makkah Arsyad Hidayat menyampaikan ada beberapa keunggulan tenda baru itu dibandingkan yang lama. Kain tenda terbuat dari PVC dengan konstruksi rangka dari aluminium yang begitu kokoh.

“Tenda itu tahan api, air, antisinar UV, tak gampang sobek, tidak menyerap panas serta tahan terpaan angin 120 kilometer per jam,” katanya, Rabu (26/4).

Selain itu, di dalam tenda disediakan pendingin udara (AC) serta mist fan. Hal itu bertujuan supaya jamaah tetap berada dalam keadaan nyaman di dalam tenda walau cuaca di luar begitu panas.

Arsyad menyampaikan Pemerintah juga telah memikirkan masalah antisipasi mati listrik waktu wukuf. “Pihak Muassasah Thawafah Asia Tenggara sebagai penyedia layanan menyiapkan generator di Arafah bila sewaktu-waktu aliran listrik mati,” katanya.(ihram)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.