Tenda Baru di Arafah

Tenda Baru di Arafah Musim Haji 1438H/2017M

Posted on

 

Tenda Baru di Arafah Musim Haji 1438H/2017M, Makkah (hajikita.com) – Jemaah haji Indonesia tahun ini bakal menempati tenda baru waktu melakukan wukuf di Arafah. Sekarang ini, pemasangan tenda terus dikerjakan oleh pihak perusahaan yang dikontrak oleh Muassasah Asia Tenggara.

loading...

“Sampai saat ini sudah 60% yang terpasang. Insya Allah, minggu pertama atau kedua pada bulan Juli, pemasangan sudah selesai dan akan diserahkan penggunaannya oleh perusahaan kepada Muassasah Asia Tenggara,” jelas Menag Lukman Hakim Saifuddin selesai meninjau progress pemasangan tenda di Arafah, Selasa (20/06).

Menurut dia, tenda Arafah tahun ini jauh tambah baik. Tenda dibuat berbahan PVC yang tahan air serta tahan api. Diluar itu, bahan PVC dapat juga menginsulator panas sehingga udara dingin yang berada di dalam tenda tidak gampang keluar.

Tiap-tiap tenda akan diperlengkapi dengan pendingin udara (evaporatif air cooler). Untuk konstruksi juga akan memakai baja yang kuat hingga tidak mudah berpindah serta lebih tahan angin.

“Tiang-tiang tenda ditancapkan ke tanah dengan paku besi sepanjang 80 – 90 cm. Jarak antara tiang yang satu dengan yang lain 5m. Antar tiang ditarik dengan pengikat berbahan aluminium yang kuat sehingga tenda tidak mudah goyah dan mampu manahan tiupan angin kencang, ” terang Menag.

“Tinggi atap tenda mencapai 3.5 m sehingga cukup menahan panas,” sambungnya.

Staf Teknis Haji (STH) I Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah Ahmad Dumyathi Basori menambahkan, luas tenda Arafah bervariatif. Ada yang dapat menampung 180 orang, ada pula yang lebih luas hingga dapat menampung lebih banyak sekali lagi. “Space per jemaah 1.3m di setiap tenda,” katanya.

Mutu tenda yang begini, kata Dumyathi, jauh tambah baik bila dibandingkan dengan tenda Arafah yang dipakai jemaah haji Indonesia pada beberapa tahun terlebih dahulu. Sampai dengan musim haji tahun 2016, tenda jemaah Indonesia bertiang besi seadanya, semacam pipa yang telah berumur puluhan tahun.

“Tenda yang digunakan berbahan kain sejenis karung. Di setiap sudut, diikat dengan tali dan terkadang kawat, sementara bagian tengah tenda ditopang kayu atau bambu,” katanya.

“Tenda semacam ini jelas tidak kuat menahan angin,” sambungnya. (Kemenag)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.